Perbedaan Minyak Atsiri dengan Minyak Lemak

Perbedaan Minyak Atsiri dengan Minyak Lemak


Beberapa orang atau mungkin kebanyakan orang awam mempunyai kebingungan tentang perbedaan apa itu minyak atsiri dengan minyak lemak dan minyak nabati.

Berikut ini adalah penjelasannya.

DEFINISI

Minyak adalah salah satu kelompok yang termasuk pada golongan lipid, yaitu senyawa yang terdapat di alam serta tidak larut dalam air tetapi larut dalam pelarut organic non-polar, misalnya dietil eter, kloroform, benzenadan hidrokarbon lainnya yang mempunyai polaritas sama.

Lemak (fat) dan minyak (oil) adalah triester dari gliserol yang juga disebut trigliserida.

Hasil hidrolisis minyak adalah asam karboksilat dan gliserol. Asam karbosilat ini juga disebut asam lemak yang mempunyai rantai hidrokarbon yang panjang dan tidak bercabang. Meskipun lemak berwujud cair, keduanya memiliki struktur organic dasar yang sama.

Sedangkan minyak atsiri dikenal juga sebagai minyak eterik (aetheric oil), minyak esensial (essential oil), minyak terbang (volatile oil), serta minyak aromatic (aromatic oil) adalah kelompok besar minyak nabati yang berwujud cairan kental di mana pada suru ruang mudah menguap sehingga memberikan aroma yang khas. Minyak essential ini berbeda susunan kimianya dengan minyak lainnya karena proses destilasi yang hanya memulihkan fitomolekul ringan.




KLASIFIKASI
Perbedaan Minyak Atsiri dengan Minyak Lemak nabati


Minyak pada tumbuhan terbagi menjadi 3, yaitu :
  1. Essential Oil 
  2. Fatty Oil (lemak) 
  3. Vegetable Oil (lemak nabati)  

Essential oil  atau minyak atsiri adalah minyak utama dari bagian tumbuhan yang diekstraksi. Essential oil membawa karakteristik tumbuhan aslinya, termasuk aroma dan sifat-sifat dasarnya.
Contoh essential oil adalah Citrus Oil (Minyak Jeruk), Khus Oil (Minyak Akar Wangi), Eucalyptus Oil (Minyak Kayu Putih), Mint Oil (Minyak Menta), Lavender Oil (Minyak Lavender), Sandalwood Oil (Minyak Cendana), Citronella Oil (Minyak Sereh),  Rose Oil (Minyak Mawar), Clove Oil (Minyak Cengkeh), Cinnamon Oil (Minyak Kayu Manis), Pine Oil atau Turpentine Oil (Minyak Pinus), Piper Betle Oil (Minyak sirih) dan lain-lain.

Fatty oil (lemak) dibedakan dalam 3 jenis, yaitu minyak tidak mengering, minyak semi mengering dan minyak mengering.
Contoh fatty oil yang tergolong dalam :
- Minyak tidak mengering, yaitu minyak zaitun, minyak kacang tanah.
- Minyak semi mengering , yaitu minyak biji kapas, minyak biji bunga matahari, minyak wijen, minyak jagung.
- Minyak mengering, yaitu minyak tanaman flax, minyak kedelai, minyak kemiri, minyak linen.

Sedangkan yang tergolong dalam vegetable oil adalah coconut oil (minyak kelapa) dan palm oil (minyak kelapa sawit).


CARA PENYIMPANAN

Kerusakan minyak selama penyimpanan bahan biasanya disebabkan oleh proses oksidasi, resinifikasi dan kerusakan yang disebabkan oleh mikroorganisme.

Penyimpanan minyak atsiri atau essential oil dalam jumlah kecil, baiknya dilakukan pada botol yang berwarna gelap dengan tujuan mencegah proses oksidasi, sedangkan penyimpanan dalam jumlah besar dilakukan dalam drum yang dilapisi dengan lapisan laquer yang tujuan untuk menghindari reaksi katalisasi antara minyak dengan ion logam.

Minyak atsiri yang mengandung fraksi aldehida dalam jumlah besar, misalkan minyak lemon atau minyak mawar, jika disimpan dalam waktu yang lama, maka volumenya akan berkurang karena sebagian akan menguap. Minyak yang disimpan dalam suhu yang terlalu rebdah dalam waktu yang lama akan menghasilkan endapan berupa lilin.